Selasa, 19 November 2013

Mawar

Heyyoo ketemu lagi ;)

Kali ini gw pengen bahas dikit tentang pengalaman gw ama bunga mawar, yap bunga yang sangat banyak digunakan sebagai simbol atau perlambang tanda cinta. Sedikit yang gw tau tentang mawar, bunga mawar itu emang indah dan cantik.  Ya, pada umumnya sih mawar yang paling sering muncul dan keliatan atau di gunain ama mereka mereka yang lagi kasmaran adalah mawar yang warna merah.


Okey, lets start the cerita.

Awalnya, gw cuma tau bunga mawar itu cantik, dan menjadi idola banyak pasangan yang lagi jatuh cinta. Sesimpel itu doang yang gw tau. Bukan gw katro, kuper atau apalah, tp karna gw emang ga peduli peduli amat ama yang gituan. Ditambah lagi kalo giliran cowok cowok pada gombalin cewenya " Kalau kamu jadi mawar, aku jadi kumbangnya " hellooooo lu kalo mau jadi kumbang ya jadi kumbang aja sono, kumbang di tai kebo.. wkwkkwwk

Mari kita mulai dengan memperkenalkan diri gw. Kali ini, gw adalah duri, yap siapa yang gatau kalau mawar itu bunga yang berduri dan kali ini gw adalah duri yang menjadi bagian mawar itu sendiri. Seperti yang gw bilang di awal, awalnya gw ga gitu tertarik sama yang namanya mawar ini, gw hanya sebatas tau yang namanya bunga mawar. Sampai suatu saat gw di request buat nganterin bunga mawar oleh seorang cowok nan jauh di mata ke si cewek yang doi taksir.

Mulai dari milih milih mawar, sampai menyelesaikan misi, gw lakuin bersama teman gw yang sekarang jadi pacar gw. Lu mau tau pacar gw?? Ga perlu di bahas di topik ini, karena disini gw hanya sebuah duri kecil yang tumbuh di batangnya si mawar.

Mawar itu emang sangat indah, dan gw ngerasa beruntung bisa menjadi bagian hidup si mawar meskipun hanya sebagai pelengkap penderita alias duri nya doang. Kenapa gw ga mau jadi kumbang seperti gombalan pria pria di luar sana? Lu pikir aja sendiri, emang ada kumbang yang setia cuma hinggap di satu bunga doang? Yang ada, gitu nektar di bunga yang satu habis, kumbangnya malah pindah ke bunga yang lain. Lu mau jadi bunga nya? Kagak kan? nah gitu jg gw, gamau jadi kumbang yang seenaknya ngabisin nektar si bunga terus pindah ke bunga lainnya.

Dan sekali lagi gw bilang, gw ga mau bahas kumbang kumbangan. Gw cuma mau bahas kehidupan gw sebagai duri. Kalian pernah mikir ga, gimana rasanya jadi duri? Kalian pernah ga mikir, kira kira apa yang udah gw kasi ke mawar selama hidupnya? Ga pernah kan?? Karna yang kalian lihat hanyalah hasil akhir si mawar, yang kalian lihat hanya simpul indah bentuk dan warna si mawar :)

Gw emang duri yang sangat jelek dan buruk. Bagi kalian manusia dan pecinta mawar, gw hanyalah pengganggu yang tidak pantas berada di deretan mawar yang kalian pilih. Gw sadar akan hal itu, dan gw juga paham kenapa gw di benci oleh kalian. Kalian hanya tau kalau gw bisanya melukai dan menyakiti bagi kalian. Tanpa pernah kalian tau gimana kehidupan gw yang sebenarnya, tanpa kalian tau apa tujuan hidup gw. Tapi, di satu sisi gw juga paham dan ngerti kenapa kalian ngelakuin hal itu. Mungkin, kalau gw juga ada di posisi kalian, gw bakal ngelakuin hal yang sama terhadap duri pengganggu yang ada di batang bunga mawar tersebut.

Kalian tau gimana pembentukan dan lahirnya bunga mawar ke dunia kalian ini? Bukan hal yang mudah dan sesimple yang kalian bayangkan. Setiap saatnya memiliki proses yang rumit dan panjang, bukankah ga ada hal yang instan di dunia kalian? Begitu pula di dunia kami para tumbuhan ini. Ga ada hal yang terjadi gitu aja, semua memiliki proses yang sangat panjang.

Awalnya, gw pernah mikir dan berontak kepada yang menciptakan gw. Kenapa gw harus tercipta sebagai duri yang dibenci banyak manusia? Kenapa gw ga jadi mawar yang indah dan sangat disuka manusia? kenapa kenapa dan kenapa. Hal yang terus menerus menjadi pertanyaan sepanjang hidup gw. Sampai suatu saat, gw denger percakapan sepasang kekasih tepat di taman dimana gw tumbuh dari kecil sampai sekarang ini. Gw ngerasa ada hal yang berbeda saat si cowok itu datang dan mendekat ke tempat gw tumbuh, gw takut dan berfikir kalau dia sama seperti cowok lain yang dengan sesukanya memetik dan mengambil bunga mawar yang telah lama tumbuh dan hadir dalam kehidupan gw.

Nyatanya, ada hal yang berbeda dengan cowok tersebut. Perlahan cowok tersebut mendekat dan membawa pacarnya ngedeketin gw. Ga banyak hal yang bisa gw ngerti dengan pembicaraan mereka (berhubung gw ga gitu paham ama bahasa manusia jadi harap maklum ya. hehehe ). Mungkin kalau kalian di posisi gw, kalian juga bakal ngerasa ketakutan yang sama seperti yg gw alamin waktu itu. Tapi, kata kata yang diucapkan cowok tersebut, cukup membuat gw diam dan paham apa dan kenapa gw terlahir sebagai duri. Bukan supaya gw bisa membalas dendam dengan melukai kalian para manusia, bukan.

Hal yang sangat penting dan bisa merubah pola pikir dan bisa membuat gw cukup bersyukur tercipta sebagai duri bukan sebagai mawar. Kalau gw ga lupa, cowok tersebut bilang gini, " Mungkin kalau kamu terlahir sebagai mawar, aku akan meminta kepada Tuhan agar aku diciptakan sebagai duri duri yang tumbuh bersama denganmu" Awalnya gw bingung bro, what de maksud? Sampai si cowok ngejelasin, kenapa doi milih terlahir sebagai duri. Duri yang sangat di benci manusia, duri yang sangat jelek dan bisa melukai manusia. Tapi tidak untuk si mawar, duri tidak pernah dibenci oleh mawar, begitu pula sebaliknya, meskipun duri selalu tersingkirkan saat manusia ingin mengambil mawar dari kehidupannya, duri tidak pernah membenci si mawar, duri juga tidak pernah menyesal terlahir sebagai duri. Begitupun duri memang melukai manusia, tapi duri tidak pernah melukai sang mawar, bahkan sekalipun tidak akan pernah melukai si mawar.

Tapi, duri terlahir bersama dengan mawar, bahkan sebelum bunga tersebut lahir, duri telah ada untuk menjaga tempat yang akan menjadi tempat tinggal si mawar. Duri menghabiskan seluruh waktu hidupnya untuk menjaga setiap bunga mawar yang tumbuh tanpa pernah berharap akan ada yang peduli dengannya. Duri hanya menjadi benda yang diam saat mereka harus di buang dan di benci oleh manusia. Duri juga hanya bisa diam saat bunga mawar yang merupakan satu satunya yang ia miliki selama hidupnya di ambil oleh manusia. Duri hanya bisa diam tanpa bisa berbuat sedikit pun.

Saat mendengar kata kata cowok itu, gw ngerasa berharga tercipta sebagai duri. Gw mulai menemukan kebanggan dengan keadaan gw yang seperti ini. Walau gw harus tersingkirkan dan manusia lebih memilih bunga mawar ketimbang gw, tapi seenggaknya, gw udah bisa ngejaga bunga mawar gw sampai mereka tumbuh dewasa dan bisa menjadi hal yang membanggakan bagi manusia. Satu hal yang membuat gw bersyukur dan bangga adalah, disaat melihat senyum manis tersimpul dari kalian, manusia yang merasa senang dengan keindahan bunga mawar yang udah gw jaga seumur hidup gw :)

Gw berpikir, apa yang terjadi jika mawar tercipta tanpa sebuah duri pun? akankah mereka bisa menjadi sesuatu yang indah? Atau mereka tidak akan pernah tumbuh menjadi dewasa seperti sekarang ini? Mawar tersebut bisa saja di rusak oleh tangan kecil bocah bocah yang bermain di taman. Atau di rusak oleh hewan hewan kecil yang mengganggu kehidupan si mawar.

Gw ingat, saat gw nganter bunga mawar tersebut ke cewe yang doi taksir. Yap, bunga mawar yang udah di bersihkan dari durinya. Puas rasanya saat dia menikmati pemberian tersebut tanpa harus terluka terkena duri yang pernah tumbuh mendampingi kehidupan si mawar, meskipun gw yakin kalau dia gatau dan ga pernah tau apa yang terjadi dalam kehidupan si mawar dan si duri.

Anyway, gw pengen jadi duri yang bukan hanya diam, tapi bisa melawan saat ada orang yang ingin mengambil mawar itu dari kehidupan gw :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar