Sosok itu, rambut panjangnya yang terurai, terkibas terkena hembusan angin. Bibir merah merekah, tak henti nya mengepulkan asap putih ke abu abuan. Tak jarang ku lihat sosok itu dihampiri lawan jenisnya, entah itu teman temannya. Senyum yang tersimpul, memiliki banyak makna yang tidak ku ketahui. Hanya dia yang mengerti apa yang ada di balik senyuman itu.
Gue cuma nulis apa yang gue pengen tulis. Kalau anda suka, silahkan baca. Kalau tidak suka, anda boleh membacanya nanti saja ( kalau anda sudah suka). Gue bukan penulis hebat, gue hanya seonggok manusia yang sedang berjuang menjadi manusia yang benar benar manusia. Here my IG: TiooLoebis // BebasJalanJalan | Twitter : @TiooLoebis
Minggu, 29 Desember 2013
Sabtu, 28 Desember 2013
Cintaku (Tak) Semulus Paha Ceribel (Last)
“ Oh, iya, ada apa ri? Tumben kamu
nelpon siang siang gini, emang gak kuliah ya?”
“ Kami udah libur, Ndi. Kamu msaih di
luar kota? Ada rencana balik ga liburan semester ini?”
“ Wah, kebetulan aku udah di Medan nih,
semalam baru nyampe. Ada perlu apa, Ri?”
“ Yaudah, kamu bisa ketemu gak entar
sore. Kita ketemu di Sekolahan aja. Oke”
“Oke, ntar jam 3 sore aku dateng ya.”
Aku langsung menyudahi percakapan kami. Bersisap untuk segera menemui Andi di
sekolahan nanti.
Selasa, 24 Desember 2013
Cintaku (Tak) Semulus Paha Ceribel 6
“ Ros, kamu sebenarnya kenapa? Apa aku
ada buat salah ya tadi ke kamu?” aku bertanya dengan setengah meyakinkan diriku
sendiri. Aku butuh jawabannya sekarang. Apa yang ada di balik kesedihannya.
“hmm...” Ros, terlihat menarik nafasnya
dalam dalam, sebelum melanjutkan pembicaraan tadi.
Senin, 23 Desember 2013
Cintaku (Tak) Semulus Paha Ceribel 5
Perubahan sikap rose benar benar membuat
gw cukup bingung. Gw juga belum tau apa yang membuat dia bisa mendadak sedih
setengah shock seperti tadi. Dilain sisi,
gw belum berani buat nanya yang sebenarnya terjadi dengan dia. Salah salah,
yang ada entar dia makin sedih atau malah makin ga mood, yang ada gw nya repot entar.
Minggu, 22 Desember 2013
Cintaku (Tak) Semulus Paha Ceribel 4
Bidadari
yang ga bersayap. Muncul di balik pagar yang perlahan berdecit terbuka.
Senyum itu, senyuman yang selalu ingin
aku nikmati. Selalu aku ingat. Perfect! Wanita yang sangat sempurna di mata gw.
Ola ramlan? Lewat! Dewi persik apalagi.
Cintaku (Tak) Semulus Paha Ceribel 3
“Woi Ari!!!!!!!”
Sial, tiba tiba sesosok mahluk asing,
berambut kribo, lebih mirip sarang tawon sih menurut gw, muncul di depan mata
gw. Muncul dari bawah meja kantin, memecah lamunan gw.
“ Kutukupret lu, ndi. Ngagetin aja lu,
mana gw tadi ngelamun yang asik asik” tak pelak, jitakan gw mendarat di
rambutnya yang tebalnya ga ketulungan itu. Tapi gw yakin, itu semua ga kerasa
ama dia.
Sabtu, 21 Desember 2013
Cintaku (Tak) Semulus Paha Ceribel 2
" Rose, kamu mau mesen apa? Biar aku yang pesenin. Nasgor ya? " Tanpa basa basi gw langsung nanyain dia.
"Loh, kok kamu tau?"
"Hahaha... Ya, gw mah tau apa yang kamu senengin "
" Dih, kamu ini." sambil meng-iya kan kalo dia mesen nasi goreng.
" Yaudah, gw pesen dulu ya." Gw menuju tempat pemesanan makanan di kantin.
"Loh, kok kamu tau?"
"Hahaha... Ya, gw mah tau apa yang kamu senengin "
" Dih, kamu ini." sambil meng-iya kan kalo dia mesen nasi goreng.
" Yaudah, gw pesen dulu ya." Gw menuju tempat pemesanan makanan di kantin.
Langganan:
Postingan (Atom)